Potensi
Pasar Waru
Lama sebagai pusat kegiatan ekonomi dan
Kali Banger yang jika dikelola dengan baik akan dapat menjadi potensi wisata.
Kali Banger memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang publik seperti
jalur hijau dan pedestrian ways jika dimanfaatkan dengan baik. Selain
itu di Kelurahan Kemijen banyak terdapat tambak, jika dimanfaatkan secara
optimal dapat menjadi sumber penghidupan penduduk yang potensial. Adanya
industri berupa Pertamina di Kelurahan Kemijen menjadi salah satu lapangan pekerjaan
penduduk Kemijen
Permasalahan
Adanya rob
disebabkan oleh air laut pasang dan penurunan muka tanah.
·
Kurangnya
kesadaran warga untuk menjaga kebersihan sehingga banyak warga yang membuang
sampah ke saluran drainase.
·
Adanya
bangunan-bangunan semi permanen yang dibangun di tepi Kali Banger yang dapat
menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan serta merusak estetika dari
keberadaan Kali Banger tersebut.
·
Kondisi
prasarana seperti jalan, drainase, sanitasi lingkungan yang rusak dan buruk.
·
Berkurangnya
ruang terbuka yang dimanfaatkan sebagai bangunan semi permanen maupun non
permanen.
Konsep dan Strategi yaitu dengan polder , kolam retensi dan rumah susun
Konsep Rumah Susun.
Dalam penjelasan Permenpera
No.14/Permen/M/2007 tentang Pengelolaan Rumah
Susun Sederhana Sewa, Bagi kelompok MBR
dengan penghasilan hingga Rp. 1.200.000,- per bulan dilayani dengan penyelenggraan
rumah susun sewa. Maka konsep pembiayaan yang paling
mungkin dipilih untuk pembangunan
rumah susun menggunakan BOT. Penjelasan konsep kerjasama BOT yaitu
pemerintah bekerjasama dengan
swasta adapun pembiayaan pembangunan rumah susun di tanggung oleh pihak pemerintah dengan menggunakan APBD.
Dalam hal ini pihak swasta memperoleh
benefit dari sewa ruko dan retribusi parkir sampai periode tertentu (20 tahun),
yang selanjutnya dikembalikan ke pemerintah dengan ketentuan :
ü
Pihak
swasta melakukan
pembangunan (Rumah susun, Ruko, dan Parkir) dengan biaya dari pemerintah,
selanjutnya diserahkan
kepada pemerintah sebagai pemilik dan pengelola.
ü
Pihak
swasta mendapatkan bagi hasil berupa retribusi
parkir dan sewa ruko masing-masing sebesar 70%
dan Pemerintah 30%mendapatkan dari dengan ketentuan yaitu selama 20 tahun.
ü Pemerintah
mendapatkan hak mengelola asset bangunan sepenuhnya setelah masa 20 tahun.
Konsep Polder dan Kolam Retensi.
Dalam pembuatan Polder dan kolam
retensi pemerintah kota Semarang mendapat bantuan pemerintah Belanda melalui
pemerintah pusat dan juga bantuan pemerintah propinsi Jawa Tengah. Konsep
pembiayaan yang paling mungkin dipilih untuk pembangunan polder dan kolam retensi yaitu
dengan sistem service kontrak,
karena polder dan kolam retensi lebih cenderung memiliki social benefit
daripada financial benefit. Penjelasan konsep service kontrak yaitu pemerintah mengendalikan
badan usaha dan meminta kontraktor memberikan jasa konstruksi pembangunan selama periode
tertentu (2 Tahun) yang
selanjutnya dikelola oleh pemerintah setelah habis masa proyek dengan ketentuan
:
ü Kepemilikan lahan eksiting 100% milik
pemerintah
ü Bangunan yang dibangun diatasnya akan
dimiliki oleh pemerintah
ü Pendanaan pembangunan dilakukan sepenuhnya oleh
pemerintah
ü Operasional dan maintenance dilakukan
sepenuhnya oleh pemerintah
ü
Swasta hanya disewa sebagai Tenaga ahli untuk
membangun.
Pengelolaan proyek konsep green waterfront city di Kawasan Kali Banger kemudian dibagi-bagi lagi
dalam beberapa zona untuk mempermudah dalam melakukan koordinasi pembangunan.
|
Komponen
|
Guidelines
|
Keterangan
|
|
|
Performance
|
Prescriptive
|
||
|
Polder
|
Fungsi Polder sebagai penanggulangan rob
atau meminimalisir rob
|
Polder yang dirancang pada Kali Banger sebagai pencegah rob
|
![]() |
|
Kolam Retensi
|
Sebagai kolam tampungan
meminimalisir rob
|
Kolam Retensi yang dirancang pada Kali Banger
sebagai pencegah rob
|
![]() |
|
Rumah Pompa
|
Sebagai
pemompa air saat terjadi rob
|
Rumah Pompa yang berfungsi sebagai tempat
pengelolaan dan pemantauan di sekitar Polder dan kolam retensi
|
![]() |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar